MAKALAH PENDIDIKAN NASIONAL
INOVASI PENDIDIKAN NASIONAL
Dosen Pengampu :
Bapak Nanang Nuryanta
Disusun Oleh:
Nur Rahmawati (
12422061 )
Tuti Alawiyah ( 12422062 )
Wahyuningsih ( 12422068 )
Fina Sunarsih ( 12422071 )
Imam Mawardin ( 12422072 )
Isna Nuraini (
12422079 )
M. Riski Habibi ( 12422080 )
Kurnia Lutfi A. ( 12422086 )
M. Ridho Hidayat ( 12422090 )
Mulyadi ( 12422091 )
M. Ridwan Kholilulloh ( 12422094 )
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2012
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan
persoalan. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menghendaki dasar-dasar
pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan terus-menerus sehingga menuntut
pendidikan yang lebih lama sesuai dengan konsep pendidikan seumur hidup. Selain
itu, bertambahnya jumlah penduduk yang sangat cepat dan sekaligus bertambahnya
keinginan masyarakat untuk mendapat pendidikan, secara kumulatif menuntut
tersedianya sarana pendidikan yang memadai.
Dari
sisi internal pun sistem pendidikan masih dirasa lemah. Terbukti dengan adanya
tujuan yang masih kabur dan kurikulum yang belum serasi serta kurang adanya
relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
Disamping itu, pengelolaan pendidikan juga belum mekar dan mantap serta belum
peka terhadap perubahan dan tuntutan keadaan, baik kini maupun masa akan
datang.
Keseluruhan
tantangan atau persoalan tersebut memerlukan pemikiran kembali yang mendalam
dan pendekatan baru yang progresif. Pendekatan ini harus selalu didahului
dengan penjelajahan yang mendahului percobaan, dan tidak boleh semata-mata atas
dasar coba-coba. Gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu
memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan hanya dengan cara yang tradisional
atau komersial. Karena itulah inovasi pendidikan hadir sebagai perspektif baru
dalam dunia kependidikan.
2.1 Rumusan
Masalah
Adapun batasan masalah pada makalah ini adalah:
1. Apakah
pengertian inovasi pendidikan itu?
2. Apakah
tujuan dari inovasi pendidikan tersebut?
3. Apakah
faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi pendidikan itu?
4. Bagaimana
Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan?
5. Bagaimana
contoh-contoh pelaksanan inovasi pendidikan itu?
3.1 Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari Penulisan makalah ini yaitu:
1. Untuk
mengetahui pengertian dari inovasi pendidikan
2. Untuk
mengetahui tujuan dari inovasi pendidikan
3. Untuk
mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi inovasi pendidikan
4. Untuk
mengetahui sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan?
5. Untuk
mengetahui lebih dalam tentang inovasi pendidikan di Indonesia dengan
menyebutkan contoh-contoh pelaksanaannya.
4.1 Metode
Penulisan
Metode yang digunakan untuk penyusunan makalah ini
adalah metode pustaka, yaitu penulis mengambil data-data dari beberapa sumber
seperti buku dan internet.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Inovasi Pendidikan
Inovasi berasal dari kata latin, innovation yang berarti pembaruan atau
perubahan. Kedua istilah tersebut memiliki perbedaan dan persamaan. Adapun
perbedaannya adalah jika pada pembaruan ada unsur kesengajaan. Sedangkan,
persamaannya yaitu sama-sama memiliki unsur yang baru atau lain dari sebelumnya.
Kadang-kadang, inovasi juga dipakai
untuk menyatakan penemuan. Kata penemuan digunakan untuk menerjemahkan kata
dari bahasa inggris; discovery dan
invention. Sehingga, antara discovery, invention, dan inovasi sepertinya
terlihat ada kesamaan. Namun, sebenarnya ketiga istilah tersebut memiliki
perbedaan yang mendasar.
Discovery adalah penemuan sesuatu yang
sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui
orang. Misalnya, penemuan benua Amerika. Invention adalah penemuan sesuatu yang
benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu
benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru.
Sedangkan, inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan
atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang
(masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun discovery.
Adapun yang dimaksud inovasi pendidikan
adalah suatu perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang
ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam
rangka pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan.
Dari definisi tersebut ada beberapa
istilah yang menjadi kunci pengertian inovasi pendidikan, yaitu;
1. “Baru”
dapat diartikan apa saja yang baru dipahami, diterima, atau dilaksanakan oleh
si penerima inovasi, meskipun bukan baru lagi bagi orang lain
2. “Kualitatif”
berarti inovasi tersebut memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan
kembali unsur-unsur pendidikan. Jadi, bukan semata-mata penjumlahan atau
penambahan unsure-unsur pendidikan.
3. Hal”
yang dimaksud meliputi semua komponen dan aspek dalam subsistem pendidikan.
4. “Kesengajaan”
maksudnya inovasi dan penyempurnaan pendidikan harus dilakukan secara sengaja
dan berencana, dan tidak dapat diserahkan menurut cara-cara kebetulan atau
sekedar berdasarkan hobi perseorangan belaka.
5. “Meningkatkan
kemampuan” mengandung arti bahwa tujuan utama inovasi ialah kemampuan
sumber-sumber tenaga, uang, dan sarana, termasuk struktur dan prosedur
organisasi. Pendeknya, keseluruhan sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan
yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.
6. “Tujuan”
yang dimaksud adalah efisiensi dan efektivitas, mengenai sasaran jumlah anak
didik sebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan yang sebesar-besarnya dengan
menggunakan sumber tenaga, uang, alat, dan waktu dalam jumlah sekecil-kecilnya.
2.2 Tujuan
Inovasi Pendidikan
Setiap masalah pendidikan berkaitan erat
dengan segi kehidupan yang lain, masalahnya bersifat kompleks, sesuai dengan
kehidupan masyarakatnya. Inovasi pendidikan dilakukan untuk memecahkan masalah
pendidikan dan menyongsong arah perkembangan dunia kependidikan yang lebih
memberikan harapan kemajuan lebih pesat.
Menurut Santoso (1974) dalam bukunya
Fuad Ihsan menyatakan bahwa tujuan utama inovasi yakni meningkatkan
sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur
organisasi. Hal senada juga datang dari Fuad Ihsan sendiri. Ia menyatakan bahwa
tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas
dan efektivitas: sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan
hasil pendidikan sebesar-besarnya (menurut kriteria kebutuhan peserta didik,
masyarakat, dan pembangunan), dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat,
dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.
Kalau dikaji, arah tujuan inovasi
pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu:
1. Mengejar
ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan
teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar
dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
2. Mengusahakan
terselenggaranya pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah bagi setiap
warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA,
dan perguruan tinggi.
Disamping itu akan diadakan peningkatan
mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. Dengan sistem penyampaian yang
baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreaif, ujuan dan
trampil dalam memdahkan masalahnya sendiri. Adapun jangka panjangnya adalah
terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.
Demikianlah beberapa hal yang berkenaan
dengan tujuan dilakukannya inovasi pendidikan. Sehubungan dengan itu, tampaknya
ada beberapa cara yang bisa ditempuh dalam upaya pencapaian tujuan yang dimaksud,
diantaranya;
1) Cara
pemerataan dan peningkatan kualitas, melalui:
a. Meningkatkan
kemampuan tenaga pengajar lewat penataran-penataran.
b. Memperkaya
pengalaman dan memperlancarkan proses belajar anak didik.
c. Memantapkan
nilai, sikap, ketrampilan, dan kesadaran lingkungan pada anak didik.
2) Cara
memperluas pelayanan pendidikan (kuantitas), melalui:
a. Memberikan
latihan ketrampilan bagi mereka yang tidak pernah sekolah.
b. Penyebaran
pesan-pesan yang merangsang kegiatan belajar mengajar.
c. Penyebaran
informasi untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.
d. Usaha
memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi yang
berkembang dan realistis.
3) Cara
meningkatkan keserasian pendidikan dengan pembangunan, melalui:
a. Menanamkan
pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang fungsional untuk kehidupan di
masyarakat.
b. Membentuk
kemampuan untuk memahami dan memcahkan masalah yang aktual dalam masyarakat.
c. Menunjukkan
jalan untuk mengembangkan ketrampilan hidup di masyarakat.
4) Cara
meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem penyajian, melalui:
a. Memberi
kebebasan belajar sesuai dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan ke arah
perkembangan yang optimal.
b. Memberikan
pengalaman yang bulat agar peserta didik dapat berdiri sendiri dan menerima
tanggung jawab.
c. Mengintegrasikan
berbagai pengalaman dan kegiatan pendidikan.
d. Mengusahakan
isi, metode, dan bentuk pendidikan yang tepat guna, tepat saat, menarik , dan
mengesankan.
5) Cara
melancarkan sistem informasi kebijakan, melalui:
a. Mengusahakan
tersedianya saluran komunikasi dua arah yang cepat, kontinu, dan dapat
diandalkan.
b. Mengusahakan
adanya komunikasi terbuka demi control dan partisipasi sosial.
c. Mengusahakan
adanya komunikasi langsung dan merata.
2.3 Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Inovasi Pendidikan
Cepat lambatnya penerimaan inovasi oleh
masyarakat luas dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri. Everett M.
Rogers mengemukakan karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau
lambatnya penerimaan inovasi , sebgai berikut:
1. Keuntungan
relatif, ialah sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya.
2. Kompatibel,
ialah tingkatan kesesuaian inovasi
dengan values, pengalaman lalu, dan
kebutuhan dari penerima.
3. Kompleksitas,
ialah tingkatan kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima.
4. Trialabilitas,
ialah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh si penerima.
5. Dapat
diamati, ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi.
Adapun beberapa faktor yang cukup
berperan mempengaruhi inovasi pendidikan adalah;
1. Visi
terhadap pendidikan
2. Pertambahan
penduduk
3. Perkembangan
ilmu pengetahuan
4. Tuntutan
adanya proses pendidikan yang relevan
Tidak dapat dipungkiri memang, inovasi
pendidikan dalam konteks ke-Indonesiaa-an secara makro pada tingkat nasional
memang sangat kompleks. Hal itu karena berkaitan dengan masalah biaya,
feasibilitas, validitas dari pada inovasi itu sendiri, skala percobaan,
konformitas dengan kebijakan nasional, nilai-nilai birokrasi dan budaya.
2.4 Sasaran
Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan.
Sasaran yang dimaksud di sini adalah
komponen-komponen apa saja dalam bidang pendidikan yang dapat menciptakan
inovasi. Pendidkan adalah suatu sistem maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal
yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti
sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem
dalam arti yang luas, misalnya sistem pendidikan nasional.
Berikut ini contoh-contoh inovasi
pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sosial sesuai yang
dikemukakan oleh B. Miller, dengan perubahan isi disesuaikan dengan perkembangan
pendidikan dewasa ini;
1. Pembinaan
personalia, misalnya; peningkatan mutu guru, system kenaikan pangkat, aturan
tata tertib siswa, dsb.
2. Banyaknya
personil dan wilayah kerja, misalnya; rasio guru siswa pada satu sekolah dalam
sisitem PAMONG, perubahan wilayah kepenilikan, dsb.
3. Fasilitas
fisik, misalnya; perubahan tempat duduk, perubahan pengaturan dinding ruangan,
perlengkapan perabot laboratorium bahasa, penggunaan CCTV, dsb.
4. Penggunaan
waktu, misalnya; pengaturan waktu belajar (semester, catur wulan), pembuatan
jadwal pelajaran yang dapatmemberi kesempatan mahasiswa untuk memilih waktu
sesuai dengan keperluannya, dsb.
5. Perumusan
tujuan, misalnya; perubahan tujuan tiap jenjang pendidikan, perubahan rumusan
tujuan pendidikan nasional, dsb.
6. Prosedur,
misalnya; penggunaan kurikulum baru, cara membuat persiapan mengajar,
pengajaran individual, pengajaran kelompok, dsb.
7. Peran
yang diperlukan, mislanya; peran guru sebagi pemakai media maka diperlukan
ketrampilan menggunakan berbagai media, peran guru pengelola kegiatan kelompok,
guru sebagai anggota team teaching, dsb.
8. Wawasan
dan perasaan, misalnya; wawasan pendidikan seumur hidup, wawasan pendekatan
keterampilan proses, perasaan cinta pada pekerjaan guru, kesediaan berkorban,
dsb.
9. Mekanisme
kerja, misalnya; perubahan pembagian tugas antara seksi di kantor departemen
pendidikan dan mekanisme kerja antar seksi, di perguruan tinggi diadakan
perubahan hubungan kerja antara jurusan, fakultas, dan biro registrasi tentang
pengadministrasian mahasiswa, dsb.
10. Hubungan
dengan sistem yang lain, misalnya; pelaksanaan usaha kesehatan sekolah
bekerjasama atau berhubungan dengan Departemen Kesehatan, data pelaksanaan KKN
harus bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, dsb.
2.5
Contoh-Contoh Pelaksanaan Inovasi
Pendidikan
Adapun
contoh-contoh pelaksanaan inovasi pendidikan yang ada di Indonesia adalah
1. Proyek
Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)
Pada awalnya proyek ini dimaksudkan
untuk mencoba bentuk sistem persekolahan komprehansif dengan nama “sekolah
pembangunan”. PSPP ini ada sejak tahun 1971 dan konsepsi sekolah pembangunan
ini direncanakan akan disebarluaskan ke seluruh Indonesia tahun 1974. Akan
tetapi, setelah diadakannya penelitian studi kelayakan, konsepsi tersebut masih
perlu dikembangkan lagi melalui proses penelitian dan percobaan yang dilakukan
secara sistematis. Jenjang pendidikan yang dipakai pada PSPP adalah SD dan
Sekolah Menengah.
2. Pengajaran
dengan Sistem Modul
Modul merupakan program pengajaran
mengenai suatu satuan bahasan yang disusun secara sistematis, operasional, dan
terarah untuk digunakan oleh anak didik. Tujuan pengajaran dengan sistem modul
adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar mengajar di sekoah,
terutama yang berkaitan dengan penggunaan waktu, dana, fasilitas, dan tenaga
secara tepat guna alam mencapai tujuan secara optimal. Adapun yang menjadi bagian dari modul
meliputi, LKS (Lembar Kerja Siswa), lembaran kerja, kunci lembaran kerja, lembaran
tes, lembaran jawaban, dan kunci jawaban.
3. SMP
Terbuka dan Universitas Terbuka (UT)
SMP terbuka adalah Sekolah Menengah
Pertama yang kegiatan belajarnya sebagian besar diselenggarakan di luar gedung
sekolah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media dan interaksi
yang terbatas antara guru dan murid. Terselenggaranya SMP terbuka ini diawali
dari pemikiran untuk menampung anak-anak lulusan SD yang tidak tertampung di
SMP biasa. Demikian halnya, UT didirikan dalam rangka meningkatkan daya tampung
perguruan tinggi.
4. Kuliah
Kerja Nyata
KKN adalah salah satu bentuk
pengintegrasian antara pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan
penelitian, yang terutama oleh mahasiswa dengan bimbingan perguruan tinggi dan
pemerintah daerah, dilaksanakn secara interdisipliner dan intrakurikuler. KKN
sudah ada sejak tahun 1971. ide dilaksanakannya adalah banyaknya problematika
yang akan dihadapi oleh mahasiswa setelah mengenyam pendidikan di almamaternya,
terutama problematika kemasyarakatan yang semakin kompleks.
5. Inovasi
Kurikulum
a. Proyek
Pamong
Pamong adalah singkatan dari Pendidikan
Anak oleh Masyarakat, Orang tua, dan Guru. Proyek ini adalah kerjasama antara
pemerintah Indonesia dengan INNOTECH(Educational Innovation and Technology),
SEAMEO. Tujuan proyek pamong ini adalah untuk menjajaki dan menemukan
alternatif sistem penyampaian pendidikan dasar yang bersifat efektif, ekonomis,
dan merata, yang sesuai dengan kondisi kebanyakan daerah di Indonesia dan
Filipina. Sasaran dari proyek pamong ini
adalah sekolah dasar, mengingat saat itu hampir separo dari anak-anak di Asia
tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Kurikulum ini di
terapkan di Indonesia pada tahun 1974.
b. Inovasi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
KBK dikembangkan untuk memberikan
keahlian dan ketrampilan sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan untuk
meningkatkan daya saing dan daya jual untuk menciptakan kehidupan yang
berharkat dan bermartabat ditengah-tengah perubahan, persaingan, dan kerumitan
kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. KBK lebih menekankan pada
kompetensi atau kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa setelah mereka
melakukan proses pembelajaran tertentu.
Adapun yang ingin dicapai oleh KBK adalah mengembangkan peserta didik untuk
menghadapi perannya di masa mendatang dengan cara mengembangkan sejumlah kecakapan
hidup (life skill).
Pengembangan KBK memfokuskan kepada
kompetensi tertentu berupa paduan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang
dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep
yang dipelajari.
c. Inovasi
Kurikulum Berbasis Masyarakat (KBM)
KBM adalah kurikulum yang menekankan
perpaduan antara masyarakat dan sekolah guna mencapai tujuan pengajaran. Tujuan
kurikulum ini adalah memberikan kemungkinan kepada siswa untuk akrab dengan
lingkungan dimana mereka tinggal, mandiri, dan membekali mereka dengan
keterampilan.
Kurikulum berbasis masyarakat ini
memiliki beberapa kelebihan diantaranya,
· kurikulum
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat.
· kurikulum
sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah
· disusun
oleh guru-guru sendiri sehingga sangat memudahkan dalam pelaksanaannya
· ada
motivasi kepada sekolah untuk mengembangkan diri, mencari dan menciptakan kurikulum
denganb sebaik-baiknya.
d. Inovasi
Kurikulum Berbasis Keterpaduan
Kurikulum terpadu disebut integrated
curriculum merupakan bentuk kurikulum yang meniadakan batas-batas antara
berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit.
Kurikulum terpadu merupakan kurikulum yang memungkinkan siswa baik secara
individu maupun secara klasikal aktif menggali dan menemukan konsep dan
prinsip-prinsip secara holistik bermakna dan otentik.
6. Inovasi
Pembelajaran
a. Inovasi
Pembelajaran Kuantum
Pembelajaran kuantum dicetuskan oleh
Georgi Lozanov dan dikembangkan oleh Bobby DePorter (1992). Istilah “Quantum”
dipinjam dari dunia ilmu fisika yang berarti interaksi yang mengubah energi
menjadi cahaya. Maksudnya dalam pembelajaran kuantum, ada pengubahan
bermacam-macam interaksi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar. Ada dua
konsep utama yang digunakan dalam pembelajaran kuantum yaitu percepatan belajar
melalui usaha sengaja untuk mengikis hambatan-hambatan tradisional dan
fasilitasi belajar yang berarti mempermudah belajar. Asas utama yang digunakan
adalah “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia
mereka.”
b. Inovasi
Pembelajaran Kompetensi
Kata kompetensi sebenarnya Anda telah
mengenal pada bagian sebelumnya, disini kompetensi akan berkaitan dengan nuansa
pembelajaran, sebab karakteristik pembelajaran kompetensi akan berbeda dengan
karakteristik pembelajaran lainnya. Dalam pembelajaran kompetensi, siswa
sebagai subjek belajar yang memegang peranan utama, sehingga dalam setting
proses belajar mengajar siswa dituntut kreativitas secara penuh bahkan secara
individual mempelajari bahan pelajaran. Dengan demikian, guru disini sebagai
fasilitator, memanage berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa.
c. Inovasi
Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual adalah suatu
pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara
penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan
situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya
dalam kehidupan mereka.
d. Inovasi
Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
1) Televisi
(TV) Pendidikan
Program siaran televisi pendidikan
dibedakan menjadi dua, yakni, TV pendidikan anak-anak dan TV pendidikan untuk
umum. Sasaran TV pendidikan anak-anak adalah anak-anak usia 10-15 tahun,
terutama mereka yang berada di lingkungan dengan kondisi sosial ekonominya
lemah. Tujuan TV pendidikan adalah untuk mengembangkann program-program
pendidikan luar sekolah dengan cara menyebarkan pesan-pesan yang tematis agar
masyarakat memiliki pengetahuan dan sikap yang tepat, khususnya mengenai
pendidikan kesejahteraan keluarga, pendidikan mata pencaharian dan pendidikan
alam dan lingkungan hidup.
2) Radio
Pendidikan
Siaran radio pendidikan berisikan
bahan-bahan untuk melaksanakan kurikulum bidang studi bahasa Indonesia, PMP,
IPA, IPS, matematika, dan ilmu keguruan. Pelaksannan siaran radio pendidikan
dilaksanakan secara bersama-sama diikuti para guru dalam kelompok-kelompok belajar yang
terbentuk di masing-masing sekolah tempat mereka mengajar.
3) Internet
Pembelajaran dengan memanfaatkan sarana
teknologi informasi melalui jaringan internet adalah salah satu alternatif yang
tepat dan dapat mengatasi berbagai persoalan pembelajaran, walaupun sistem pendidikan
di Indonesia sangat heterogen karena masalah letak geografis yang sangat besar
pengaruhnya terhadap kemajuan teknologi informasi. Elektronic learning (E.
Learning) pada hakikatnya adalah pembelajaran melalu pemanfaatan teknologi
komputer atau internet. Dapat juga disebut pembelajaran berbasis web (web based
instruction ).
BAB III
KESIMPULAN
Setelah kami membahas
rumusan masalah dalam bab pembahasan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut
:
1.
Inovasi pendidikan adalah suatu
perubahan yang baru dan bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada
sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka
pencapaian tujuan tertentu dalam pendidikan.
2.
Menurut Santoso (1974) dalam bukunya
Fuad Ihsan menyatakan bahwa tujuan utama inovasi yakni meningkatkan
sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur
organisasi.
3.
Faktor yang cukup berperan mempengaruhi
inovasi pendidikan adalah;
a. Visi
terhadap pendidikan
b. Pertambahan
penduduk
c. Perkembangan
ilmu pengetahuan
d. Tuntutan
adanya proses pendidikan yang relevan
4. Sasaran
Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan.
Berikut ini contoh-contoh inovasi
pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial dengan
pola yang dikemukakan oleh B. Milles,
1. Pembinaan
personalia
2. Banyaknya
personil dan wilayah kerja
3. Fasilitas
fisik
4. Penggunaan
waktu
5. Perumusan
tujuan
6. Prosedur
7. Peran
yang diperlukan
8. Wawasan
dan perasaan
9. Mekanisme
kerja
10. Hubungan
dengan sistem yang lain
DAFTAR
PUSTAKA
Drs. H. Fuad Ihsan, dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997
Udin Syaefudin Saud.2010 “ Inovasi Pendidikan.”
Alfabeta. Bandung.
